Go to content | Go to search | Go to navigation

Kolom Pro Otonomi

2007-01-02 05:49:53

Koki Otonomi

Hasil SBY-JK Lebih Konkret

Dari empat presiden pasca Soeharto, siapakah yang paling berkomitmen terhadap otsus Aceh? Kebijakan apa saja yang telah dilakukan? Berikut petikan wawancara dengan Fahmi Wibawa, program manager Desentralisasi dan Otonomi Daerah Kemitraan.
2007-01-02 05:48:31

Pilkada dan Babak Baru Otsus

Tanggal 11 Desember 2006 adalah babak baru bagi pelaksanaan otsus di Aceh dengan dilaksanakannya pemilihan kepala daerah secara langsung (Pilkadal). Pilkadal digelar serentak untuk memilih gubernur dan wakil gubernur serta memilih kepala daerah di 19 kabupaten/kota (dari 21 kabupaten/kota) di Aceh. Pilkada Aceh menjadi pilkada pertama, terbesar dan digelar serentak di Indonesia.
2007-01-02 05:46:58

Lima Tahun Otonomi Khusus Aceh

Empat Presiden Telurkan Tiga UU

Sejak reformasi 1998, empat presiden telah memimpin Indonesia. Masing-masing telah mengeluarkan kebijakan tentang otonomi khusus Aceh. Kebijakan apa saja yang telah dikeluarkan? Lalu, apa saja yang telah diraih? Berikut ulasan Hariatni Novitasari dari The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP).
2007-01-02 05:44:13

Koki Otonomi

Memicu Ewuh Pakewuh

Muspida menjadi beban psikologis yang menjadi kendala dalam penanganan korupsi di daerah. Akibatnya, posisi uji-timbang (checks and balances) tidak dapat berjalan. Berikut petikan wawancara JPIP dengan Ketua Pusat Pengembangan Otonomi Daerah Universitas Brawijaya, Ibu Tricahyo:
2007-01-02 05:42:37

Muspida, Perlukah Dipertahankan?

Hubungan Mutualistis Cenderung Kolutif

Dua pekan terakhir, keberadaan forum musyawarah pimpinan daerah (Muspida) menjadi perbincangan hangat di kalangan aktivis antikorupsi. Mereka menuntut pembubaran forum tersebut, karena dianggap menghambat proses penanganan perkara korupsi di daerah. Polemik pun berkembang. Bagaimanakah posisi Muspida saat ini? Berikut hasil penelusuran The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP).
2007-01-02 05:38:25

Koki Otonomi

Pola Lama Jinakkan Legislatif

Pada saat kondisi sosial ekonomi masyarakat masih terpuruk, anggota dan pimpinan DPRD justru mendapat kenaikan penghasilan yang luar biasa. Sesuaikah kenaikan penghasilan dewan dengan kinerja mereka selama ini? Berikut petikan wawancara dengan Drs Haryadi MSi, staf pengajar FISIP Unair Surabaya.
2007-01-02 05:36:54

Bisa Berlaku Surut

Tahun ini, tampaknya benar-benar menjadi tahun keberuntungan bagi anggota dan pimpinan DPRD. Betapa tidak, PP 37/2006 yang di dalamnya mengatur tentang penghasilan DPRD ternyata berlaku secara surut sejak 1 Januari 2006. Ketentuan ini diatur secara jelas pada pasal 14D.
2007-01-02 05:34:13

Membedah Peraturan Pemerintah (PP) No 37/2006

Gaji DPRD Naik Drastis

Akhir tahun ini, penghasilan anggota dan pimpinan DPRD dipastikan naik. Kepastian itu diperoleh setelah pemerintah mengeluarkan PP 37/2006. Apa yang krusial dari peraturan tersebut sehingga memungkinkan gaji DPRD naik berlipat? Berikut ulasan The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP).
2007-01-02 04:56:27

Koki Otonomi

Bentuk Lembaga Kependudukan

Keluarga berencana (KB) sebagai bagian desentralisasi kesehatan, kewenangannya tidak bisa ditarik kembali ke pusat. Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengakarkan kembali program KB? Berikut petikan wawancara dengan pengamat kependudukan dari Pusat Studi Kebijakan dan Kependudukan (PSKK) Universitas Gadjah Mada Drs Sukamdi MSc.
2007-01-02 04:54:03

Pelaksanaan Keluarga Berencana di Era Otonomi Daerah

Jangan Jadikan Alasan Resentralisasi

Jumlah penduduk Indonesia makin mengkhawatirkan. Otonomi daerah (otda) dianggap sebagai pangkal ketidakefektifan program keluarga berencana (KB). Bagaimana sebenarnya kepedulian pemerintah daerah terhadap program KB? Berikut ulasan The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP).