Otonomi Update
Masuk Tahap Uji Data Sekunder
Tahap apa yang hingga malam tadi dilalui evaluasi dan monitoring (monev) The Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi Daerah (JPIP) untuk menentukan daerah yang bakal meraih Otonomi Award pada 30 April 2008?
Menurut peneliti JPIP Wawan Sobari, setelah monev berakhir di Bojonegoro dari 38 kabupaten-kota se-Jatim Senin (18/3) pekan lalu, tahap berikutnya ialah menginventarisasi dan mengentri data sekunder. "Tahap ini justru amat rumit dan membutuhkan kecermatan," ujar Wawan di kantornya, lantai 8 Graha Pena Jawa Pos tadi malam (23/3).
Menurut dia, entri data sekunder sangat menentukan untuk mengukur program inovasi daerah. Wawan mencontohkan data sekunder yang dientri adalah anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Dari dokumen APBD, akan diketahui profil pendidikan dan profil kesehatan. "Ini berarti kelak diketahui apakah program pendidikan dan kesehatan inovatif atau tidak," ujarnya.
Dari data sekunder, akan bisa dibuktikan apakah informasi yang diceritakan pejabat di daerah benar atau tidak. Jangan-jangan inovasi yang digali peneliti JPIP hanya indah di bibir tanpa didukung adanya anggaran dari pemerintah daerah. "Karena itu, data sekunder sangat vital untuk menyokong inovasi," tambah pria yang menyelesaikan S-2 di Belanda tersebut.
Nanti nilai inovasi dan data-data sekunder itu digabungkan dengan nilai survei publik. Adapun survei publik tersebut melibatkan masyarakat yang diperankan sebagai juri untuk membuktikan inovasi yang diceritakan pejabat daerah memberikan manfaat atau tidak kepada rakyatnya.
Hasil penggabungan antara nilai inovasi, data sekunder, dan survei publik akan menghasilkan pemenang OA 2008 di 3 kategori utama dan 12 kategori khusus. Daerah yang memiliki skor tinggi di ketiga metodologi tersebut bisa dipastikan menggondol OA 2008. (eko/mk)
Jawa Pos, 24 Maret 2008