Go to content | Go to search | Go to navigation

Kolom Pro Otonomi

Suara Pelanggan, Suara Warga

2008-05-13 10:53:18

Kompetisi bukan hanya melahirkan kabupaten dan kota peraih Otonomi Award setiap tahun. Sebagai instrumen, kompetisi juga telah mendorong perubahan wajah pelayanan publik setelah pelaksanaan otonomi daerah. Manfaat perubahan tersebut dirasakan oleh masyarakat sebagaimana terekam dalam survei publik.

Hingga tujuh tahun pelaksanaan otonomi daerah, pelayanan kesehatan memiliki nilai memuaskan dalam peningkatan efisiensi dan kesetaraan pelayanan. Program-program seperti revitalisasi puskesmas dan RSUD serta fasilitas kesehatan lain, telah menyebabkan pelayanan kesehatan menjadi semakin mudah, murah, dan merata.

Bukan itu saja, masyarakat juga menilai terjadinya perbaikan kualitas dan kemudahan prosedur pelayanan. Selain itu, kabupaten dan kota dinilai baik dalam mengupayakan peningkatan kesetaraan pelayanan, sehingga masyarakat dari berbagai kalangan yang berbeda status sosial dan ekonomi bisa terlayani dengan baik.

Namun, tidak demikian halnya dengan perbaikan responsivitas. Pelayanan kesehatan masih dianggap belum berubah dalam hal kecepatan merespons perubahan dan tuntutan masyarakat. Begitu pula dalam perbaikan partisipasi dan transparansi pelayanan. Masyarakat menganggap keduanya masih berjalan di tempat. Inovasi beberapa daerah pun belum banyak berkontribusi dalam mengangkat penilaian publik pada tingkat provinsi.

Di sisi lain, pelayanan pendidikan bergerak lebih dinamis. Meski ada sebagian masyarakat yang kesulitan mengakses pelayanan pendidikan, publik masih menilainya dalam taraf wajar. (wawan/mk)

Jawa Pos, 30 April 2008