Kolom Pro Otonomi
Koki Otonomi
Tambahan Lokomotif Baru
Lumajang, Ponorogo, dan Pamekasan merupakan peraih baru Otonomi Award pada 2008. Direktur Eksekutif JPIP Maksum memiliki penilaian khusus tentang tiga daerah itu yang dituturkan kepada Jawa Pos berikut ini.
Lumajang, Ponorogo, dan Pamekasan menjadi daerah baru yang menyabet kategori utama Otonomi Award 2008. Apa komentar Anda?
Itu menunjukkan bahwa semangat berkompetisi antardaerah saat ini amat ketat. Itu artinya, semangat berprestasi antardaerah semakin merata. Mereka terus berpacu untuk membuat program-program inovatif yang menjadi unggulannya.
Apakah itu hasil nyata yang diinginkan JPIP?
Ya. Sejak awal hingga kini, JPIP memang tak henti-hentinya mengampanyekan "tiada kemajuan tanpa kompetisi" antardaerah. Kampanye "tiada kemajuan tanpa kompetisi" itu dimaksudkan untuk mendorong semangat daerah-daerah agar tidak menyerah mengejar kemajuan. Daerah harus terus-menerus membuat program unggulan inovatif yang bermutu.
Menurut Anda dengan makin banyaknya daerah yang meraih Otonomi Award menguntungkan bagi JPIP?
Begini. Yang diuntungkan ialah masyarakat di kabupaten atau kota yang meraih Otonomi Award itu. Inovasi program yang mengantarkan suatu daerah meraih Otonomi Award itu kan dibuat untuk kemanfaatan masyarakatnya. Jadi, bukan JPIP yang diuntungkan.
Tantangan ke depan bagi JPIP apa saja?
Validitas dan reabilitas metode monitoring dan evaluasi harus terus disempurnakan. Dulu sempat terpikirkan bahwa yang meraih Otonomi Award hanya kabupaten-kota yang itu-itu saja, maka tidak ada lagi tantangan. Mandek.
Keuntungan tantangan lain?
Kalau yang meraih Otonomi Award hanya itu-itu, daerah yang belum pernah mendapatkannya akan putus asa. Mereka lantas enggan berkompetisi. Mereka akan mengeluh percuma membuat program unggulan kalau yang meraih kelak ya itu-itu saja. Mereka kehilangan semangat.
Setelah ternyata makin banyak daerah yang meraih Otonomi Award?
Semangat kompetisi akan tetap terpelihara. Dengan kian banyaknya daerah yang meraih Otonomi Award, yang belum meraihnya akan tetap bersemangat bahwa di waktu berikutnya kesempatan masih terbuka untuk berprestasi.
Secara khusus, apa penilaian Anda dengan makin banyaknya daerah baru yang meraih Otonomi Award?
Saya menganggap hal itu sebagai tambahan lokomotif baru bagi kemajuan daerah di Jatim. Makin banyak lokomotif kemajuan, makin banyak pula gerbong yang bisa ditarik untuk bergerak ke depan agar lebih maju dan lebih maju lagi.
Langganan peraih Otonomi Award, seperti Lamongan dan Sidoarjo, gagal mempertahankan prestasinya. Apa penilaian Anda?
Mereka tidak gagal. Inovasinya juga bagus. Kelihatan stagnan karena daerah lain terus mengejar. Anggap saja memberikan kesempatan berprestasi kepada daerah lain.
Jangan lupa bukan hanya Lamongan dan Sidoarjo, Bondowoso, Pasuruan, dan Madiun yang pernah meraih anugerah utama tahun ini juga gagal. Tetapi, saya yakin tahun-tahun berikutnya mereka akan bangkit. (ara/fat)
Jawa Pos, 5 Mei 2008