Go to content | Go to search | Go to navigation

Kolom Pro Otonomi

Koki Otonomi

Investor Besar Masih Impian

2008-05-13 11:31:46

Sejak menjadi bupati Ponorogo pada 2005, upaya pertama yang dilakukan Muhadi Suyono adalah mengubah paradigma pembangunan. Yaitu, dengan memusatkan pembangunan di wilayah pedesaan. Pembangunan tidak lagi difokuskan di wilayah perkotaan. Untuk mendukung program itu, dilakukan perbaikan infrastruktur pedesaan, seperti revitalisasi pasar desa dan pembangunan jalan antarkecamatan.

Keberhasilan mengidupkan kembali wilayah pedesaan mendorong disentuhnya sektor UKM yang selama ini diabaikan. Caranya, menumbuhkan wirausahawan baru. Dalam waktu tiga tahun (2006-2009), pemerintahannya menargetkan akan tercipta 16 ribu wirausahawan baru.

Lalu, mengapa sasarannya UKM? Muhadi mengakui bahwa potensi yang dimiliki Kabupaten Ponorogo terletak pada UKM. Yaitu, usaha yang bermodalkan kecil, memiliki pengetahuan yang minim tentang industri, dan pada umumnya bergerak di sektor pertanian. "Bagi Ponorogo, investor besar masih menjadi impian," ungkapnya. Dengan memberdayakan sektor UKM, akan tercipta lebih banyak lapangan pekerjaan. Ujung-ujungnya, akan bisa tercipta kesejahteraan masyarakat.

Untuk menumbuhkan wirausahawan baru, ketersediaan modal masih menjadi masalah utama. Sebab, UKM tidak memiliki agunan. Karena itu, dilakukan dua program untuk mempermudah akses modal. Yaitu, bantuan sertifikasi tanah dan penyaluran modal bagi UKM. Menurut dia, masalah utama yang dihadapi UKM adalah kesulitan mengakses modal. Sedangkan bank, sebenarnya juga membutuhkan dananya untuk tersalurkan. "Bank memang seharusnya menggulirkan modalnya. Di sinilah peran pemda untuk menjadi fasilitator," katanya. Selain itu, pemkab melelang produk pertanian untuk lebih memberdayakan petani.

Adakah hambatan untuk menjalankan program-program ini? Muhadi mengatakan, ada dua persoalan yang dihadapi. Yaitu, bank yang masih pesimistis terhadap masa depan sektor pertanian dan etos kerja yang rendah dari UKM. Namun, sebagai fasilitator, pemkab akan terus melakukan pembinaan dan pedampingan. (novi)

Jawa Pos, 12 Mei 2008