Go to content | Go to search | Go to navigation

Kolom Pro Otonomi

Puskesmas Skor Tertinggi

2007-01-24 02:29:20

Untuk menilai kinerja pemkab/pemkot dalam pelayanan kesehatan, digunakan enam indikator. Yaitu, pemda mengembangkan program agar layanan kesehatan menjadi semakin terjangkau, mudah didapat, murah dan merata; puskesmas tersebar di seluruh desa dan kelurahan; pelayanan di rumah sakit pemda dan puskesmas menjadi semakin baik; membuat program dokter menjangkau desa; membuat asuransi jaminan kesehatan; dan bertindak tegas terhadap penyalahgunaan pemanfaatan anggaran kesehatan.

Dari keenam indikator itu, indikator kedua (Puskesmas dan puskesmas pembantu tersebar di seluruh desa dan kelurahan ) paling banyak mendapatkan penilaian yang tinggi di kabupaten/kota, yaitu rata-rata skor 3,56. Indikator terbaik selanjutnya adalah pemda mengembangkan program agar layanan kesehatan menjadi semakin terjangkau, mudah didapat, murah dan merata di seluruh wilayah, dengan rataan 2,44. Namun demikian indikator ini antar kabupaten/kota sangat beragam penilaiannya.

Sementara indikator yang mendapatkan nilai terendah adalah indikator (1) pemda membuat program dokter menjangkau desa, (2) membuat asuransi jaminan kesehatan bagi seluruh warganya, (3) bertindak tegas terhadap penyalahgunaan pemanfaatan anggaran kesehatan. Masing-masing nilai skor ketiga indikator tersebut adalah 1. Hal yang menarik dari ketiga indikator tersebut, disamping kecil skornya, juga nilai ragammnya. Artinya di semua kabupaten/kota ketiga indikator tersebut mendapatkan nilai kecil.

Berdasarkan total skor penilaian kategori pelayanan kesehatan, lima kabupaten/kota peringkat pertama adalah Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Kediri, Kota Surabaya, dan Kabupaten Trenggalek. Masing-masing mendapatkan skor 16.85, 13.98, 13.77, 13.52, dan 12.50. (redhi/jpip)

Sumber: Jawa Pos, 23/01/2007