Go to content | Go to search | Go to navigation

Kolom Pro Otonomi

Koki Otonomi

Mulai dengan Profil Daerah

2007-11-29 00:41:24

Selain cenderung berpendekatan ekonomi, Daerah juga lebih banyak menjiplak program pengentasan kemiskinan Pusat dan Propinsi. Agar lebih kontekstual kreatif dan inovatif, Daerah bisa memulainya dengan membuat profil kemiskinannya sendiri. Demikian pendapat Prof. Dr. Djumilah Zain, Pakar manajemen usaha kecil yang juga penggagas penerapan model Grameen Bank dalam pengentasan kemiskinan di Jatim.

Bagaimana pengamatan anda atas potret kemiskinan khususnya di Jawa Timur?
Dari sisi angka sangat bervariasi, tergantung tujuan, siapa yang mengukur dan alat ukur yang dipakai. Berdasar pengamatan saya bila dibandingkan dengan kondisi pada saat Orde Baru tidak berbeda, apalagi kalau dikaitkan dengan kenaikan bahan pokok dan biaya produksi pertanian. Artinya tetap tinggi.

Bagaimana respon pemerintah terhadap masalah kemiskinan?
Respon pemerintah sudah baik, dalam arti banyak sekali kebijakan dan program-program yang diarahkan untuk menurunkan angka kemiskinan. Namun sayangnya belum berkesinambungan. Selama ini cukup banyak program tetapi tidak berlanjut malah muncul program-program baru. Selain itu program-program ini tidak dibarengi dengan monitoring yang baik.

Apa pendekatan yang digunakan pemerintah, terutama Pusat dan Propinsi untuk mengentaskan kemiskinan?
Menurut saya lebih mengarah ke pendekatan ekonomi. Contoh, begitu banyaknya program-program yang sifatnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat miskin.

Efektifitas program-program tersebut?
Satu program dikatakan efektif kalau tujuannya tercapai. Kenyataannya program-program ini belum efektif. Indikatornya terlihat dari belum adanya target-target yang jelas kapan dan berapa lama program ini harus diimplementasikan, dan berapa target masyarakat miskin yang harus berhasil dientaskan.

Seperti apa inisiatif kabupaten dan kota dalam pengentasan kemiskinan?
Saya rasa lebih banyak menjiplak program-program Pusat dan Propinsi. Sebenarnya dalam era otonomi, Daerah itu harus lebih mampu mengembangkan diri sesuai konteks sosial dan kulturnya, lebih kreatif dan inovatif. Selain itu upaya pengentasan kemiskinan juga masih tarik ulur.


Harapan terhadap Daerah dalam pengentasan Kemiskinan?
Mestinya saat membuat program, Daerah harus mengawalinya dengan memotret profil dirinya sendiri, lalu buat dokumentasi yang cermat dan tepat. Kemudian buat program yang tepat. Daerah juga harus melibatkan masyarakat miskin itu sendiri dan fokus programnya tidak hanya ke infrastruktur, perhatikan pula pembangunan intangible aspects, berupa pengembangan SDM. Jangan lupa pula perhatikan daerah-daerah terpencil. (wawan/jpip)